Minggu, 15 Februari 2015

Selamat Jalan Alex Komang :)


Alex Komang2.jpg

Alex Komang bernama asli Saifin Nuha (lahir di Jepara, Jawa Tengah, 17 September 1961 – meninggal di Semarang, Jawa Tengah, 13 Februari 2015 pada umur 53 tahun) adalah seorang aktor senior Indonesia yang telah membintangi beberapa film nasional dan meraih penghargaan aktor terbaik Festival Film Indonesia 1987.

Alex Komang adalah salah satu murid Teguh Karya dari Teater Populer. Alex Komang menjadi Ketua Badan Perfilman Indonesia periode 2014-2017 setelah terpilih dalam Musyawarah Besar (Mubes) Pembentukan Badan Perfilman Indonesia (BPI) yang berlangsung 15-17 Januari 2014 di Hotel Balairung, Jakarta.BPI sendiri adalah badan bentukan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2009 Tentang Perfilman. Pada Mubes Pembentukan BPI ini pula nama Saifin Nuha alias Alex Komang sempat diperbincangkan. Dalam Mubes tersebut Alex menunjukkan paspor, yang merupakan pengakuan negara, atas nama Saifin Nuha alias Alex Komang.

Alex meninggal dunia tanggal 13 Februari 2015 pada usia 53 tahun di RSUP dr. Kariadi, Semarang karena mengidap penyakit kanker hati. Ia meninggalkan seorang istri, Nori dan seorang anak. Ia dikebumikan di kampung halamannya, Desa Pecangaan Kulon, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara, berdampingan dengan makam ayahnya.
Sepanjang karirnya, Alex tercatat pernah mendapat Piala Citra 1985 untuk aktor terbaik dan 2 nominasi Piala Citra lainnya, selain itu meraih Piala Maya 2013 untuk Aktor Pendukung Terbaik.

Selamat jalan salah satu idola yang sangat mengagumkan, Alex Komang :) semoga semua karyamu dapat menginspirasi para penerusmu dan melahirkan jejak-jejak emas bagi mereka para aktor hebat dan seniman dalam negeri.

Selamat Jalan Alex Komang :)

Minggu, 25 Januari 2015

Everything will be fine in time ;)

Dalam hidup, kadang aku berfikir mengapa harus ada pertemuan jika setelahnya ada kata berpisah? Karena pertemuan bagi kebanyakan orang merupakan hal menggembirakan. Dan karenanya juga, mereka bisa bertemu dan saling mengenal apapun dan siapapun yang sebelumnya tak dikenal. Namun sesudahnya, berpisah adalah kata yang menyakitkan bagi kebanyakan orang. Karena perpisahan berarti menyudahi segalanya yang telah berjalan.

Tapi kini aku mulai memahami. Pertemuan dan perpisahan ibarat pesawat terbang. Yang kadang mendarat tenang di bandara lalu seketika terbang lagi. Walaupun banyak yang kadang tak mendarat kembali. Namun begitulah seterusnya. Sekarang aku dapat menyimpulkan bahwa perpisahan bukanlah hal yang begitu menyakitkan. Perpisahan tak juga berarti menyudahi segalanya yang telah berjalan. Dan perpisahan mungkin salah satu cara Tuhan untuk menyadarkan bahwa akan ada pertemuan yang lebih indah lagi dimasa yang akan datang. Karena Tuhan tidak akan pernah memberi apa yang kita inginkan, namun Dia senantiasa akan memberi apa yang kita butuhkan.


Sekian, terimakasih :) 

 

sumber : tetirahma27.blogspot.com



Minggu, 18 Januari 2015

Perang Badar

 



Pertempuran Badar (bahasa Arab: غزوة بدر, ghazawāt badr), adalah pertempuran besar pertama antara umat Islam melawan musuh-musuhnya. Perang ini terjadi pada 17 Maret 624 Masehi atau 17 Ramadan 2 Hijriah. Pasukan kecil kaum Muslim yang berjumlah 313 orang bertempur menghadapi pasukan Quraisy dari Mekkah yang berjumlah 1.000 orang. Setelah bertempur habis-habisan sekitar dua jam, pasukan Muslim menghancurkan barisan pertahanan pasukan Quraisy, yang kemudian mundur dalam kekacauan. Sebelum pertempuran ini, kaum Muslim dan penduduk Mekkah telah terlibat dalam beberapa kali konflik bersenjata skala kecil antara akhir 623 sampai dengan awal 624, dan konflik bersenjata tersebut semakin lama semakin sering terjadi. Meskipun demikian, Pertempuran Badar adalah pertempuran skala besar pertama yang terjadi antara kedua kekuatan itu. Muhammad saat itu sedang memimpin pasukan kecil dalam usahanya melakukan pencegatan terhadap kafilah Quraisy yang baru saja pulang dari Syam, ketika ia dikejutkan oleh keberadaan pasukan Quraisy yang jauh lebih besar. Pasukan Muhammad yang sangat berdisiplin bergerak maju terhadap posisi pertahanan lawan yang kuat, dan berhasil menghancurkan barisan pertahanan Mekkah sekaligus menewaskan beberapa pemimpin penting Quraisy, antara lain ialah Abu Jahal alias Amr bin Hisyam.
Bagi kaum Muslim awal, pertempuran ini sangatlah berarti karena merupakan bukti pertama bahwa mereka sesungguhnya berpeluang untuk mengalahkan musuh mereka di Mekkah. Mekkah saat itu merupakan salah satu kota terkaya dan terkuat di Arabia zaman jahiliyah. Kemenangan kaum Muslim juga memperlihatkan kepada suku-suku Arab lainnya bahwa suatu kekuatan baru telah bangkit di Arabia, serta memperkokoh otoritas Muhammad sebagai pemimpin atas berbagai golongan masyarakat Madinah yang sebelumnya sering bertikai. Berbagai suku Arab mulai memeluk agama Islam dan membangun persekutuan dengan kaum Muslim di Madinah; dengan demikian, ekspansi agama Islam pun dimulai.
Kekalahan Quraisy dalam Pertempuran Badar menyebabkan mereka bersumpah untuk membalas dendam, dan hal ini terjadi sekitar setahun kemudian dalam Pertempuran Uhud.

Sumber : tetirahma27.blogspot.com

Seputar Novita Dewi


 

Novita Dewi Marpaung (lahir di Jakarta, DKI Jakarta, 15 November 1978; umur 36 tahun) adalah seorang penyanyi berkebangsaan Indonesia. Perempuan yang akrab disapa Dewi ini merupakan putri dari Jack Marpaung, seorang penyanyi legendaris di kancah musik rock Batak. Dewi sudah menunjukan bakat di dunia tarik suara sejak kecil dan sering mengikuti berbagai kompetisi bernyanyi hingga dijuluki "macan festival". Dewi sempat meraih juara dua pada ajang Cipta Pesona Bintang, Weekly Champion (juara mingguan) Asia Bagus, serta juara pertama Suara Remaja Vinolia RCTI. Prestasi tertinggi Dewi diraihnya saat menjadi juara pertama dalam Astana Song Festival 2005 di Kazakhstan.
Meskpun berjaya di jalur festival, karier Dewi di industri rekaman tidak berjalan dengan mulus. Pada tahun 2008, ia baru berkesempatan merilis album pop pertamanya berjudul Sweet Heart dengan memakai nama Dewi Marfa. Namun, album tersebut tidak berhasil di pasaran akibat promosi yang sangat terbatas. Dewi kemudian lebih banyak berkarier di industri rekaman Batak dan musik rohani. Pada tahun 2010, Dewi bergabung dengan label Nagaswara dan merilis singel berjudul "Jejak Luka".
Dewi kembali tampil di kompetisi musik dengan mengikuti X Factor Indonesia musim perdana. Keikutsertaannya di ajang ini adalah untuk memenuhi keinginan almarhum adiknya. Ia bergabung pada kategori Over 26 (penyanyi 26 tahun ke atas) yang dimentori oleh Bebi Romeo. Sebelumnya, pada tahun 2011, Dewi sempat behasil lolos dalam audisi The X Factor versi Amerika, namun kemudian terhenti akibat social security. Dewi dikenal sebagai kontestan dengan karakter suara serak khas dan teknik vokal yang sangat matang. Setelah dinobatkan sebagai juara kedua di ajang tersebut, Dewi mendapat kontrak rekaman dari Sony Music Indonesia selama lima tahun.

Sumber : tetirahma27.blogspot.com